Friday, October 7, 2011

[TUGAS PENGANTAR BISNIS] Bab 1. Ruang Lingkup Bisnis


1. Pengertian Bisnis dan Jenisnya
      Sebelum membahas lebih jauh tentang apa itu yang dimaksud dengan bisnis, alangkah baiknya untuk mengetahui definisi dan pengertian dari bisnis itu sendiri terlebih dahulu. Definisi bisnis menurut bahasa adalah berasal dari bahasa Inggris yaitu “Business” yang identik dengan “Firm” (Perusahaan) : Goods and Services (Barang-barang dan Pelayanan). Sedangkan definisi bisnis menurut istilah adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisir untuk menghasilkan dan menjual barang serta jasa guna mendapat keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat (Hughes & Kapoor). Atau dalam definisi bisnis menurut istilah yang lain adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat (Brown & Potrello).
   
      Sedangkan pengertian bisnis itu sendiri memuat empat aspek yaitu sebagai berikut:
      a. Suatu kegiatan usaha.
      Suatu kegiatan usaha tersebut dilakukan dengan cara mengolah sumber-sumber ekonomi yang ada untuk menghasilkan serta menyediakan barang dan jasa demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Sumber-sumber ekonomi tersebut adalah:
       o Manusia (men)
      Manusia disini dapat berperan sebagai tenaga kerja di perusahaan atau sebagai konsumen dari produk perusahaan. Yang terpenting adalah memperhatikan bagaimana cara mengelola sumber daya manusia yang ada agar dapat mendukung pencapaian tujuan bisnis.
       o Uang (money)
      Uang atau modal usaha merupakan uang atau barang yang digunakan untuk menghasilkan produk. Barang modal dapat berupa mesin, peralatan pabrik, dan alat transportasi. Perusahaan tentu saja harus memperhatikan pengelolaan keuangan perusahaan dengan baik.
       o Material
      Material merupakan faktor pendukung uatama dalam proses produksi, seperti : bahan baku, bahan pembantu, dan bahan lainnya yang turut menunjang proses produksi.
       o Metode (methods)
      Metode meliputi ide-ide atau inisiatif yang ditunjukkan untuk mengorganisir dan mengkoordinir faktor-faktor lain dengan baik. Artinya, bagaimana sumber ekonomi yang terbatas dapat diwujudkan atau dihasilkan barang/jasa yang optimal.
      b. Menghasilkan barang dan jasa.
      Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwasanya dalam dunia bisnis tentunya identik dengan barang dan jasa. Dan yang dimaksud dengan barang dan jasa disini adalah menghasilkan barang dan jasa atau menyediakan/menawarkan barang dan jasa dari suatu badan usaha, seperti perusahaan besar maupun kecil, kepada customer atau pelanggan dari perusahaan itu sendiri. Untuk keperluan dan kepentingan bisnis atau pengambilan keuntungan perusahaan serta memenuhi kebutuhan dan keperluan masyarakat sebagai customer atau pelanggan.
      c. Mendapatkan laba.
      Yaitu pendapatan laba atau keuntungan sebuah badan usaha seperti perusahaan dari hasil bisnis penjualan/penawaran barang dan jasa dari badan usaha tersebut  kepada customer atau pelanggan.
      d. Memenuhi kebutuhan masyarakat.
      Dalam kegiatan perekonomian seperti bisnis, tentunya tidak hanya badan usaha atau perusahaan tersebut saja yang diharapkan mendapat laba atau keuntungan. Melainkan, diharapkan pula untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa yang ditawarkan oleh badan usaha atau perusahaan tersebut. Sehingga antara kedua belah pihak, yaitu badan usaha selaku pelaku bisnis dan masyarakat selaku customer atau pelanggan, mampu mendapat keuntungannya masing-masing. Sehingga terjadi pula suatu keterkaitan saling membutuhkan dan saling menguntungkan antara kedua belah pihak tersebut.

      Membahas tentang bisnis tentunya akan menemui berbagai macam tipe bisnis dalam pembahasan bisnis tersebut. Karena dalam bisnis dapat dikelompokan menjadi berbagai macam dan dengan cara yang berbeda pula. Salah satu cara untuk mengelompokan bisnis yaitu dengan berdasarkan aktifitas yang dilakukan untuk menghasilkan keuntungan dari bisnis itu sendiri.
      Pengelompokan bisnis dengan berdasarkan aktifitas yang dilakukan untuk menghasilkan keuntungan yaitu sebagai berikut:
      a. Usaha pertanian
      Usaha pertanian adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
      b. Produksi bahan mentah
      Produksi bahan mentah adalah bisnis yang memproduksi bahan-bahan mentah untuk dijual kembali kepada produsen yang memproduksi barang jadi dari bahan-bahan mentah tersebut.
      c. Pabrik/Manufaktur
      Pabrik/manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen yang kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik, seperti mobil, komputer, televisi, dan lain-lain.
      d. Konstruksi
      Konstruksi adalah bisnis yang memperoleh keuntungan dari proyek pembangunan yang mencakup seluruh tahapan proyek, mulai dari persiapan, perencanaan, perancangan, pelaksanaan, dan penyerahan proyek.
      e. Perdagangan
      Perdagangan adalah kegiatan jual beli barang dan/atau jasa yang dilakukan secara terus menerus dengan tujuan pengalihan hak atas barang dan/atau jasa dengan disertai imbalan atau kompensasi.
      f. Transportasi dan Komunikasi.
      Transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.
      Komunikasi adalah suatu bisnis yang mendapatkan keuntungan dari proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan.
      g. Finansial, Asuransi, dan Real Estate.
      Finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
      Asuransi adalah suatu bentuk pertanggungan asuransi yang tersedia untuk kedua individu dan bisnis dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada yang tertanggung karena kehilangan pekerjaan, kematian pihak tertanggung, atau kecelakaan yang menonaktifkan pemegang polis.
      Real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.
      h. Usaha jasa
      Usaha jasa adalah bisnis yang menghasilkan hal yang tidak berwujud atau jasa dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
      i. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah: BUMN dan BUMD.
      Badan usaha yang dijalankan oleh pemerintah atau negara yang sebagian atau seluruh kepemilikannya dimiliki oleh Negara. BUMN dan BUMD dapat pula berupa perusahaan nirlaba yang bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa bagi masyarakat.
      
    2. Tujuan Kebijakan Bisnis
      Tujuan bisnis itu sendiri dapat dibagi atau dikelompokkan dalam dua bagian atau kelompok, yaitu sebagai berikut:
      a. Tujuan ekonomi.
      Bertujuan untuk memperoleh keuntungan bisnis suatu badan usaha atau perusahaan dari hasil penjualan/penawaran barang dan jasa kepada customer atau pelanggan.
      b. Tujuan sosial.
      Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat customer atau pelanggan akan barang dan jasa.
  
      Berbeda dengan kebijakan bisnis yang bertujuan untuk mencapai stabilitas ekonomi yang dapat diukur dengan:
      a. Kesempatan kerja
      Semakin besar gairah untuk berusaha, maka akan mengakibatkan peningkatan produksi. Peningkatan produksi ini akan diikuti dengan kebutuhan tenaga kerja. Hal ini berarti akan terjadinya peningkatan kesempatan kerja dan kesejahteraan karyawan.
      Jadi semakin banyak kita berusaha meningkatkan produksi, semakin banyak pula kesempatan lapangan pekerjaan dan tentunya keuntungan akan peningkatan produksi itu sendiri.
      b. Kestabilan harga
      Apabila kestabilan harga tercapai, maka akan menimbulkan kepercayaan di masyarakat. Masyarakat percaya bahwa barang yang mereka beli dengan harga sekarang akan sama dengan harga di masa depan.
      c. Neraca pembayaran internasional
      Neraca pembayaran internasional yang seimbang menunjukkan stabilitas ekonomi di suatu negara. Agar neraca pembayaran internasional seimbang, maka pemerintah sering melakukan kebijakan-kebijakan moneter.

      3. Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar
      Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Setiap negara menggunakan sistem ekonomi yang berbeda-beda. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya.
      Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya semua faktor tersebut dipegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada diantara dua sistem ekstrim tersebut.
      Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Dan juga biasanya dibedakan atau dikelompokan berdasarkan mekanisme dan koordinasinya serta berdasarkan ideologi.

      Sistem ekonomi berdasarkan mekanisme dan koordinasinya serta berdasarkan ideologi yaitu:
      a. Berdasarkan mekanisme dan koordinasinya.
          o Sistem Ekonomi Tradisional (Traditional Economy)
      Mekanisme koordinasinya berdasarkan tradisional berlaku dalam perekonomian yang masih sederhana. Kegiatan ekonominya juga sangat terbatas dimana tujuan ekonomi tidak untuk memperoleh keuntungan melainkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri (subsistence level).
          o Sistem Ekonomi Komando (Command Economy)
      Mekanisme koordinasinya berdasarkan komando dari pusat kekuasaan (central authority). Lembaga yang diberikan hak koordinasi ekonomi disebut perencanaan terpusat. Sistem ekonomi komando sangat menolak mekanisme pasar. Menurut mereka, sistem perencanaan terpusat sangat efisien dalam mengalokasikan sumber daya. 
          o Sistem Ekonomi Pasar (Market Ekonomy)
      Mengandalkan kekuatan permintaan dan penawaran sebagai alat alokasi yang efisien.
      b. Berdasarkan ideologi.
          o Sistem Ekonomi Kapitalis (Capitalist Economy)
      Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang aset-aset produktif atau faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta. Sistem ekonomi ini juga memberikan kebebasan yang besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atau sumber daya ekonomi atau faktor produksi. Secara garis besar, ciri-ciri ekonomi kapitalis/liberal adalah sebagai berikut:
                 - Mencari keuntungan sebagai motif yang menggerakkan perekonomian.
                 - Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi.
                 - Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar.
                 - Campur tangan pemerintah diminimalkan.
          o Sistem Ekonomi Sosialis (Socialist Economy)
      Sistem ekonomi sosialis/komunis adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun selanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara. Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Umumnya sistem ini memiliki ciri-ciri:
      - Menurut sosialis, kemakmuran akan  tercapai dengan berdasarkan pada kemakmuran bersama melalui konsep kepemilikan sosial.
      - Sosialisme sebagai gerakan ekonomi muncul sebagai perlawanan terhadap ketidakadilan yang timbul dari kapitalisme.
§    Dalam masyarakat sosialis hal yang menonjol adalah kolektivisme atau rasa kebersamaan. 
          o Sistem Ekonomi Islam (Islamic Economy)
      Sistem ekonomi Islam adalah suatu sistem ekonomi yang berlandaskan ideologi dan ajaran-ajaran syariat Islam.  
    
      4. Kesempatan Bisnis/Usaha
      Kesempatan/peluang usaha adalah kesempatan yang pasti bisa didapatkan seseorang atau lebih dengan mengandalkan potensi diri yang ada dan dengan memanfaatkan berbagai kesempatan, baik itu peluang usaha apa saja yang bisa dengan sigap kita ambil.
      Beberapa peluang usaha atau peluang bisnis antara lain:
      o Referal/Referral
      Arti dari referral sendiri adalah orang yang diberi referensi. Untuk bergabung dengan bisnis sistem referal biasanya tanpa modal sepeserpun. Anda hanya diminta mereferensikan atau mengajak orang lain untuk bergabung menjadi member pemilik web atau situs. Biasanya Anda mendapat komisi bila member yang Anda ajak bergabung memenuhi syarat yang disyaratkan oleh pemilik web atau situs. Contoh: Paypal, 4shared, dll.
      o Afiliasi/Affiliate
      Arti dari affiliate itu sendiri adalah menggabungkan, jadi program afiliasi adalah salah satu bentuk pemasaran yang merekrut para marketer (pemasar) untuk memasarkan suatu produk dengan cara bergabung terlebih dahulu kepada pemilik web/situs (affiliate merchant). Anda akan mendapat komisi bila terjadi penjualan lewat link afiliasi Anda. Contoh: Amazon.
      o Reseller
      Arti dari reseller sendiri adalah menjual kembali, jadi untuk menjadi reseller Anda diharuskan membeli dulu produk yang ditawarkan pemilik web atau situs. Kemudian Anda akan mendapat komisi atau bonus bila terjadi penjualan.

      Selebihnya tinggal bagaimana cara memanfaatkan peluang usaha atau peluang bisnis yang ada dengan sebaik-baiknya. Sekecil apapun peluang yang ada kalau dikerjakan dengan serius, maka akan membuahkan hasil yang maksimal. 

      5. Unsur-Unsur Penting dalam Aktivitas Ekonomi
      Ada 3 unsur penting dalam aktivitas ekonomi, yaitu:
      a. Keinginan manusia
      Keinginan manusia merupakan unsur terpenting dalam aktivitas ekonomi karena manusia memiliki keinginan yang membuat mereka dapat berpikir keras untuk memenuhi keinginannya tersebut. Seperti keinginan untuk berhasil di bidang bisnis. Manusia akan mencari cara agar pruduk yang mereka ciptakan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
      b. Sumber daya
      Sumber daya merupakan hal terpenting ke dua dalam aktivitas ekonomi. Karena sumber daya juga merupakan kunci dalam memperoleh kesuksesan dalam bidang ekonomi. Jika sumber daya yang dimiliki sedikit, maka aktivitas ekonomi akan terhambat. Tetapi jika sumber daya berlebih, aktivitas ekonomi juga akan terganggu. Biaya yang dibutuhkan akan semakin banyak padahal sumber daya berlebih tersebut kadang tidak terlalu diperlukan. Jadi lebih baik perhatikan benar jumlah sumber daya yang dibutuhkan agar aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan lancar. Sumber daya menentukan hasil dari aktivitas ekonomi yang dijalankan, sehingga hal ini sangat esensial.
      c. Cara-cara berproduksi ( Tehniques of production)
      Cara pembuatan barang pada umumnya berada di luar bidang ekonomi, tetapi persoalan barang-barang dan atau jasa-jasa apa yang harus di produksi, berapa banyak barang atau jasa yang harus diproduksi, dan cara-cara mana yang di gunakan untuk memproduksi barang dan jasa tersebut sehingga mencapai pembiayaan yang minimal adalah termasuk bidang ekonomi dan merupakan pesoalan-persoalan utama dalam ekonomi.

      6. Hakikat Bisnis
      Hakikat bisnis adalah kebutuhan manusia yang berupa barang dan jasa yang harus terpenuhi kebutuhannya dengan usaha mendapatkan alat pembayarannya, yaitu uang atau tukar-menukar barang (barter) yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak. 

      7. Mengapa Belajar Bisnis?
      Bisnis itu sangat menguntungkan. Terutama jika anda berbisnis pada bidang yang Anda tekuni atau bidang keahlian Anda. Pengetahuan tentang seluk-beluk bisnis diperlukan agar Anda dapat seoptimal mungkin memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada, juga tentunya memaksimalkan keuntungan. Sama halnya seperti ekonomi yang berprinsip dasar “Dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya.” Kuliah dan belajar bisnis merupakan salah satu pengorbanan tertentu tersebut, sehingga nantinya kita dapat memperoleh hasil yang maksimal. Belajar bisnis merupakan investasi yang sangat baik. Belajar bisnis pun sangat mudah, kita tidak memerlukan pendidikan formal di bangku sekolah ataupun perguruan tinggi. Kita dapat belajar bisnis dari pengalaman, membaca buku, mengikuti seminar-seminar bisnis, dan juga belajar secara online. Belajar bisnis bisa dilakukan oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Jadi, mengapa tidak?

No comments:

Post a Comment