Wednesday, October 31, 2012

Dimensi Kemiskinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

DIMENSI KEMISKINAN DAN KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung wilayahnya mencapai 81.725,14 km2. Luas daratan kurang lebih 16.424,14 km2 atau 20,10 persen dari total wilayah dan luas laut kurang lebih 65.301 km2 atau 79,90 persen dari total wilayah provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di samping itu, wilayahnya terdiri dari banyak pulau-pulau kecil sehingga dalam mengimplementasikan program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah banyak menghadapi tantangan. Namun, semua tantangan tersebut dapat dihadapi sehingga provinsi ini mampu menurunkan angka kemiskinan dari tahun ke tahun yang cukup signifikan. Angka kemiskinan di provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2010 sekitar 67,750 jiwa atau sekitar 6,51 persen dan menjadi peringkat ke-4 terendah jumlah angka kemiskinan di Indonesia.


Pada tahun 2002, jumlah penduduk miskin di provinsi Kepulauan  Bangka Belitung sebanyak 106.000 jiwa atau sekitar 11,62 persen, pada tahun 2006 meningkat sebesar 117.000 jiwa atau sekitar 67.750 persen, dari tahun 2006 hingga tahun 2010 angka kemiskinan terus mengalami penurunan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun, tahun 2010 menjadi sebesar 67.750 jiwa atau sekitar 6,51 persen.



Hal ini ditunjukkan dengan jumlah angkatan dan tingkat pengangguran penduduk di setiap kabupaten/kota di provinsi Bangka Belitung. Berdasarkan data tersebut, jumlah pengangguran terbanyak pada tahun 2008 terdapat di kabupaten/kota Pangkalpinang. Jumlah pengangguran di kabupaten Pangkalpinang semakin meningkat dari tahun 2008-2009. Walaupun kenaikan pengangguran tidak terlalu signifikan, tetapi ini menyebabkan kenaikan angka kemiskinan di provinsi Bangka Belitung Dari total penduduk yang berjumlah 1.223.048 jiwa pada tahun 2010, jumlah penduduk miskin berjumlah 67.750 jiwa.


Faktor Penyebab Kemiskinan di Provinsi Bangka Belitung

Sebenarnya Bangka Belitung bukan provinsi yang mengalami kenaikan angka kemiskinan yang signifikan, tetapi banyak faktor yang membuat provinsi Bangka Belitung sulit menurunkan angka kemiskinan tersebut. Faktor yang sangat dominan adalah faktor dari bidang perekonomian, bidang sosial, maupun secara struktural.

o Faktor ekonomi

Bangka Belitung merupakan provinsi yang memiliki banyak sumber daya alam, beberapa diantaranya yakni pertambangan timah yang sangat banyak ditemukan serta perkebunan yang mendominasi provinsi tersebut, seperti perkebunan lada, perkebunan karet, dan perkebunan kelapa sawit. Sumber daya alam tersebut sekaligus menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Bangka Belitung.

Selain itu, secara geografis Bangka Belitung juga memiliki daerah yang dikelilingi oleh pantai dan hutan. Letak area yang dikelilingi oleh banyak pantai sekaligus memberikan sumbangsih yang besar bagi perekonomian provinsi Bangka Belitung. Pariwisata merupakan bidang yang sangat menjanjikan.

Provinsi Bangka Belitung merupakan provinsi yang kurang diminati oleh para investor dan masyarakat Bangka Belitung pun kurang memanfaatkan sumber daya alam di daerahnya sendiri. Hal ini disebabkan oleh kurangnya inovasi dan kreativitas masyarakat Bangka Belitung dalam berbisnis. Bisnis yang dirintis oleh para wiraswasta Bangka Belitung bersifat homogen atau monoton, sehingga mereka kehilangan minat dari konsumen. Laba pun sulit dicapai dab Wiraswatawan di Bangka Belitung semakin menurun jumlahnya.

Tetapi, masyarakat juga memiliki alasan yang sangat kuat tentang mengapa mereka sulit berwirausaha. Masyarakat tidak memiliki modal yang cukup untuk menciptakan sebuah bisnis yang akan menyerap tenaga kerja di Bangka Belitung.

Komoditas yang dihasilkan dari sumber daya alam provinsi Bangka Belitung cukup memadai untuk mencukupi  kebutuhan masyarakat domestiK, tetapi provinsi Bangka Belitung belum memprioritaskan komoditi yang dihasilkan untuk dikirim keluar negeri (ekspor). Hanya komoditas tertentu yang dapat diekspor. Provinsi Bangka Belitung lebih mengirim komoditi mereka ke daerah lain (nasional). Angka impor barang untuk provinsi Bangka Belitung sangat kecil karena mereka dapat memenuhi kebutuhan dalam daerah.

o Struktural

Masalah sturktural di Bangka Belitung sebenarnya tidak terlalu dominan. Hanya masalah kesehatan yang menjadi salah satu kendala. Fasilitas kesehatan yang kurang memadai menyebabkan kualitas hidup yang kurang baik. Banyaknya masyarakat Bangka Belitung yang berumur lanjut membuat fasilitas kesehatan seharusnya menjadi prioritas utama, namun anggaran daerah yang diberikan tidak merata dan alokasi kurang efisien.

o Sosial

Dilihat dari bidang sosial, produktivitas tenaga kerja di provinsi Bangka Belitung tergolong rendah dan kemampuan atau keterampilan tenaga kerja di Bangka Belitung kurang baik. Mereka hanya terpaku di satu proses yang mereka jalani di profesi mereka. Kurangnya kreativitas membuat tenaga kerja di Bangka Belitung tidak mampu mengembangkan bidang usaha lain. Pengolahan dalam proses produktivitas juga terbatas. Tenaga kerja ahli tidak mendukung ekonomi di daerahnya sendiri karena mereka menilai upah di daerah mereka masih rendah. Begitu pula elatihan keterampilan ketenagakerjaan yang masih kurang memadai.

Selain itu, standar pendidikan yang masih rendah juga menjadi kendala untuk pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan. Pendidikan merupakan hal yang utama untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Ini juga disebabkan kurangnya tenaga ahli dalam bidang pendidikan yang tidak mendukung untuk menaikkan kualitas pendidikan di provinsi Bangka Belitung.


Dasar Penanggulangan Kemiskinan di Provinsi Bangka Belitung

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden nomor 13 Tahun 2009 tentang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Peraturan Presiden nomor 15 tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Peraturan Presiden dimaksud merupakan dasar legal dan komitmen pemerintah dalam melakukan upaya dan percepatan penanggulangan kemiskinan di Indonesia.

Penanggulangan kemiskinan di provinsi Kepulauan Bangka Belitung salah satunya yang dilaksanakan oleh Dinas Kesejahteraan Sosial melalui program-program penanggulangan kemiskinan, antara lain:
(1) Kelompok Usaha Bersama Ekonomi (KUBE) merupakan bantuan yang diberikan berupa modal usaha dan alat produksi berusaha bagi kelompok masyarakat yang  masuk kategori ekonomi lemah.
(2) Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) diarahkan kepada keluarga rentan/hampir miskin/bermasalah sosial untuk meningkatkan fungsi sosial keluarga dan kualitas kehidupan sosial ekonominya. Hingga tahun ini, sebanyak 6001 keluarga telah dibina dengan pemberian bantuan stimulan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).
(3) Bantuan Sosial kepada Komunitas Adat Terpencil (KAT) berupa perbaikan dan pembangunan   sarana sosial/lingkungan serta bahan bangunan rumah bagi warga Komunitas Adat Terpencil (KAT). Program ini ditujukan untuk melindungi dan menjamin adanya pemerataan pelayanan kesejahteraan sosial bagi warga KAT di provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
(4) Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS) diarahkan kepada KUBE-KUBE Fakir Miskin yang dinilai berkembang dan mandiri sebagai kelanjutan dari program bantuan KUBE Fakir Miskin dalam upaya memperkuat ketahanan dan kekuatan permodalan usaha.
(5 )Bantuan Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (BRSDK), pemerintah provinsi melalui dana dekonsentrasi telah membantu dan memperbaiki rumah serta lingkungan sosial warga masyarakat yang tinggal di lingkungan daerah kumuh.


Cara Penanggulangan Kemiskinan

Pemerintah provinsi Bangka Belitung membuat kebijakan yang jelas melalui tiga jalur strategi pembangunan. Tiga jalur strategi pembangunan tersebut yaitu, pertama melalui pro pertumbuhan (pro-growth)yang bertujuan untuk meningkatkan serta mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui upaya menarik investor ekspor dan bisnis termasuk perbaikan iklim investasi. Kebijakan yang kedua melalui pro lapangan kerja (pro-job) yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja termasuk didalamnya menciptakan pasar kerja yang fleksibel dan menciptakan hubungan industri yang kondusif. Sedangkan kebijakan yang ketiga, yaitu melalui pro masyarakat miskin (pro-poor) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas masyarakat agar dapat berkontribusi terhadap pembangunan, memperluas akses terhadap layanan dasar dan merevitalisasi sektor pertanian, kehutanan, kelautan dan ekonomi pedesaan.

Selain itu, pemerintah provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membuat terobosan dalam menanggulangi kemiskinan di daerah melalui program bantuan beras gratis untuk Rumah Tangga Miskin pada 2009. Sebanyak 33.650 RTS (Rumah Tangga Sasaran) akan memperoleh bantuan 15 kilogram beras setiap bulan selama tahun 2009.

Di bidang pendidikan, secara keseluruhan total dana yang telah dikucurkan untuk kegiatan pendidikan di provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar Rp. 31.6 Miliar. Dengan perincian yakni, untuk pembangunan dan rehabilitasi sekolah sebesar Rp. 31.5 Miliar dan  untuk pembangunan 234 unit sekolah TK/PAUD dan TPA. Kegiatan pendidikan lainnya berupa perlengkapan sekolah, penyuluhan, dan pelatihan guru sebesar Rp. 74.028.300,-.

No comments:

Post a Comment